Di olah oleh :
Harry Hardiyana
-Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia-
-Lembaga Kajian Kebijakan Maritim-
-Aliansi Masyarakat untuk Kajian Kritis Kebijakan Maritim-
CILACAP dan Potensi Ekonomi
Letak geografis Kabupaten Cilacap pada 108º4’30“ - 109º22’30“ Garis Bujur Timur dan 7º30’20“ - 7º45’ Garis Lintang Selatan, dengan luas wilayah 225.361 Km2 dengan batas wilayah meliputi :
Sebelah Utara : Kabupaten Banyumas
Sebelah Selatan : Samodera Hindia
Sebelah Timur : Kabupaten Kebumen
Sebelah Barat : Kabupaten Ciamis
Terletak pada wilayah selatan jawa, dalam sejarah Kabupaten Cilacap menjadi salah satu wilyah yang cukup strategis ketika masa penjajahan Belanda. Secara geopolitik pemerintahan Hindia Belanda pada saat itu, menjadikan Cilacap sebagai salah satu kota pertahanan Hindia Belanda. Hal ini terbukti dengan adanya benteng pendem yang terletak tidak jauh dari pantai teluk penyu yakni kawasan pantai yang membujur dari utara (Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap), ke selatan (Pulau Nusakambangan).
Kabupaten Cilacap memiliki beberapa potensi strategis dalam sektor pembangunan wilayahnya mulai dari sektor pariwisata, sektor sumberdaya alam hingga industri. Dari sektor pariwisata misalnya, kabupaten cialacap memiliki beberapa objek wisata yang banyak menjadi kunjungan wisatawan karena keindahan alam nya, diantaranya ; hutan payau, pantai teluk penyu, benteng pendem, gunung srandil, pantai widara payung, pantai ketapang indah, dan objek wisata lainnya yang menjadi tempat favorit wisata di Cilacap. Hal ini jelas menjadi salah satu sector utama pendapan asli daerah ( PAD ) Kabupaten cilacap, yang setiap tahunnya sekitar 2 miliyar menyumbangkan pemasukan uang kas kepada daerah, atau sekitar 1,6 miliyar bedasarkan PAD ( Pendapatan Asli Daerah ) Kab. Cilacap pada taun 2011 dari sector pariwisata.
Belum hadirnya kilang minyak milik pertamina di wilayah Kabupaten Cilacap. Kilang Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap yang merupakan salah satu dari 7 jajaran unit pengolahan yang memiliki kapasitas produksi terbesar yakni 548.000 barrel/hari, dan terlengkap jenis produknya. Kilang ini bernilai strategis karena memasok 44% kebutuhan BBM nasional atau 75% kebutuhan BBM di Pulau Jawa. Selain itu kilang ini merupakan satu-satunya kilang di tanah air saat ini yang memproduksi aspal dan base oil. Dengan hadirnya kilang minyak Pertamina Unit pengolahan IV ini jelas semakin menggenjot pendapat regional daerah terutama dalam sector eksport migas.
Letak geografis Kabupaten Cilacap pada 108º4’30“ - 109º22’30“ Garis Bujur Timur dan 7º30’20“ - 7º45’ Garis Lintang Selatan, dengan luas wilayah 225.361 Km2 dengan batas wilayah meliputi :
Sebelah Utara : Kabupaten Banyumas
Sebelah Selatan : Samodera Hindia
Sebelah Timur : Kabupaten Kebumen
Sebelah Barat : Kabupaten Ciamis
Terletak pada wilayah selatan jawa, dalam sejarah Kabupaten Cilacap menjadi salah satu wilyah yang cukup strategis ketika masa penjajahan Belanda. Secara geopolitik pemerintahan Hindia Belanda pada saat itu, menjadikan Cilacap sebagai salah satu kota pertahanan Hindia Belanda. Hal ini terbukti dengan adanya benteng pendem yang terletak tidak jauh dari pantai teluk penyu yakni kawasan pantai yang membujur dari utara (Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap), ke selatan (Pulau Nusakambangan).
Kabupaten Cilacap memiliki beberapa potensi strategis dalam sektor pembangunan wilayahnya mulai dari sektor pariwisata, sektor sumberdaya alam hingga industri. Dari sektor pariwisata misalnya, kabupaten cialacap memiliki beberapa objek wisata yang banyak menjadi kunjungan wisatawan karena keindahan alam nya, diantaranya ; hutan payau, pantai teluk penyu, benteng pendem, gunung srandil, pantai widara payung, pantai ketapang indah, dan objek wisata lainnya yang menjadi tempat favorit wisata di Cilacap. Hal ini jelas menjadi salah satu sector utama pendapan asli daerah ( PAD ) Kabupaten cilacap, yang setiap tahunnya sekitar 2 miliyar menyumbangkan pemasukan uang kas kepada daerah, atau sekitar 1,6 miliyar bedasarkan PAD ( Pendapatan Asli Daerah ) Kab. Cilacap pada taun 2011 dari sector pariwisata.
Belum hadirnya kilang minyak milik pertamina di wilayah Kabupaten Cilacap. Kilang Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap yang merupakan salah satu dari 7 jajaran unit pengolahan yang memiliki kapasitas produksi terbesar yakni 548.000 barrel/hari, dan terlengkap jenis produknya. Kilang ini bernilai strategis karena memasok 44% kebutuhan BBM nasional atau 75% kebutuhan BBM di Pulau Jawa. Selain itu kilang ini merupakan satu-satunya kilang di tanah air saat ini yang memproduksi aspal dan base oil. Dengan hadirnya kilang minyak Pertamina Unit pengolahan IV ini jelas semakin menggenjot pendapat regional daerah terutama dalam sector eksport migas.
